Minggu, 08 Maret 2015

Chiffon Cake







orderan yang ngga disengaja... Alhamdulillah

Ini adalah salah satu cake yang masuk dalam daftar tunggu untuk di eksekusi. Ya, chiffon cake. Cake yang selama ini hanya bisa kunikmati saat mendapatkan snack box atau suguhan saat menghadiri acara di tempat famili atau rekan. Teksturnya yang lembut, ringan dan lentur membuatku penasaran untuk segera memasukkannya dalam daftar antrian yang harus di coba. Dan sekaranglah waktunya si chiffon cake ini di uji coba di dapur mungilku.  Tapi sayangnya aku kok belum siap dengan loyangnya ya.. Mulai deh putar otak, yang akhirnya ku putuskan untuk memakai loyang tulban biasa. Artinya, bukan loyang khusus yang sekarang sudah berkaki/berpenyangga. Sehingga ngga perlu lagi repot-repot untuk nyari botol buat penyangga. Tapi tak apalah, aku cuma ingin tau gimana rasa dan tekstur cake ini dari hasil olah tanganku sendiri, hehehe...

Alhasil chiffon cake nya ngga bisa tinggi dan terkesan memanjang! Sekali lagi, tak mengapa.., toh aku cuma pengen liat tekstur dan rasanya. Soal bentuk kan hanya persoalan loyang, hihii... (menghibur diri).
Yang pasti hasil dari cake ini bener-bener lembut, lentur dan manisnya juga pas. Resep aku ambil dari Anncoo Journal yang aku rubah sedikiiit. Untuk bahan air di resep asli, aku ganti dengan santan encer, agar muncul rasa gurih. Dan di sini aku ngga pakai matcha, berhubung stock matcha ku lagi habis. Aku hanya menggunakan pasta pandan. Hasilnya cantik juga kaan.. ;). Tapi abaikan dulu bentuknya yaa... Next, aku pakai loyang khusus deh. Resepnya di bawah sini ya...

Source : Ann Low
Bahan :
  • 70 gr terigu protein sedang
  • 5 kuning telur
  • 20 gr gula kastor
  • 70 gr air (aku pakai santan encer)
  • 60 gr corn oil (aku pakai minyak sayur)
  • 5 gr bubuk matcha, seduh dengan 1 sdm air panas (aku pakai 2 tetes pasta pandan)
Meringue :
  • 5 butir putih telur
  • 10 gr tepung maizena
  • 90 gr gula kastor
Cara membuat :
  • Kocok kuning telur & 20 gr gula kastor. Masukkan air/santan & minyak, aduk rata.
  • Masukkan terigu, aduk rata. Sisihkan.
  • Sementara itu kocok putih telur, masukkan gula yang sudah diayak bersama maizena, sedikit demi sedikit. Kocok hingga kaku (stiff peaks).
  • Tuang adonan kuning telur sedikit demi sedikit ke dalam putih telur, aduk hingga rata.
  • Ambil 1/4 adonan, campur dengan pasta matcha/pasta pandan aduk rata.
  • Sendokkan adonan putih & adonan matcha ke dalam loyang chiffon cake tanpa polesan apapun. Bentuk pola marmer dengan bantuan tusuk sate. Hentak-hentakkan perlahan agar udara keluar.
  • Oven dengan suhu 170 derajat C selama 40-50 menit hingga matang.
  • Telungkupkan loyang (terbalik), biarkan hingga dingin. Jika tidak memakai loyang khusus chiffon cake, telungkupkan loyang di atas leher botol hingga dingin.
  • Keluarkan cake dari loyang dengan cara menyisir pinggirnya dengan pisau secara perlahan.

Kamis, 05 Maret 2015

Crackers with Nutella


Telat setor,... bikin dan ambil gambarnya udah di awal Desember tahun lalu. Baru posting sekarang, hihii.

No resep yaa... Ini cuma iseng aja buat cemilan bersama anak gadisku yang hobby banget sama nutella. Kalo aku sih ngga begitu suka, karena rasanya yang terlalu manis menurutku. Makanya aku barengin crackers gini aja ngemilnya. Hmm... enaak, dan manisnya pas, berpadu dengan coklat nutella. Buktikan... hehe

Orange Ogura Cake



Late post again nih ceritanya... ( maklum, sibuk bakulan :P). Tapi ngga papa deh yang penting sekarang udah setor :)...
Ini cake Ogura yang beberapa saat lalu sempat aku posting di blogku ini, tapi dengan judul Lemon Ogura Cake. Karena pada saat itu ngga punya persediaan orange, yang ada cuma lemon, jadilah aku ganti dengan juice lemon manis... Dan judulnya pun ikut berganti, hehehe... (semoga Anncoo Journal, si empunya resep ngga marah ya..:D).

Orange Ogura ini memang sekilas mirip dengan nama-nama Jepang gitu ya... tapi sebenernya dilihat dari sejarahnya cake ini berasal dari Batu Pahat Malaysia loh. Mungkin karena aku suka makan es ogura di restoran cepat saji Jepang yang beken itu, awalnya aku mengira cake ini memang dari Jepang dan juga terbuat dari kacang merah azuki. Ternyata oh ternyata, cake nya ngga pakai kacang merah sama sekali. Hihihii.. salah tebak deh.
Cake ini terasa ringan, selembut kapas dan rasanya tentu saja beraroma orange segar. (Next aku pengen bikin versi coklatnya..)
Di posting lalu aku pernah tulis resepnya. Tapi di sini aku tuliskan lagi ya... buat yang mau nyoba, silahkan... :)

Bahan :
  • 70 gr orange juice
  • 40 gr minyak sayur
  • 1/4 sdt garam
  • 55 gr tepung cake (aku pakai tepung terigu protein sedang), ayak
  • parutan kulit orange dari 2 butir orange
  • 4 butir kuning telur
  • 1 butir telur utuh
  • 150 gr putih telur
  • 1/4 sdt cream of tar tar
  • 60 gr gula kastor
Cara membuatnya :
  • Kocok kuning telur, telur utuh bersama minyak sayur hingga berbusa. Masukkan orange juice, aduk rata. Lalu masukkan tepung terigu yang sudah di ayak bersama garam dan kulit jeruk, aduk rata. Sisihkan.
  • Kocok putih telur, dan masukkan gula kastor sedikit demi sedikit, terus kocok hingga soft peak (not stiff). Jangan terlalu kaku, karena akan membuat cake kurang moist dan terasa kering.
  • Tuang 1/3 adonan meringue ke dalam kuning telur, aduk balik. Tuang lagi sisa meringue, aduk rata.
  • Tuang adonan ke dalam loyang yang telah dioles margarin dan beralas kertas roti. Hentak-hentakkan perlahan agar udara keluar.
  • Oven dengan tekhnik au bain marie dengan suhu 160 derajat C selama 40 menit hingga matang.
  • Keluarkan cake dari oven dan balikkan di atas wire rack hingga dingin.
  • Potong-potong.
Happy baking :)


Selasa, 24 Februari 2015

Ice Cream Potong #Bakulanku




















Ice cream potong ini terinspirasi dari ice cream uncle Singapore. Yang pada akhirnya aku bisnisin, hehe.. Sudah banyak juga bertebaran di hampir sudut kota di Indonesia. Dalam pembuatan ice cream ini sengaja aku pakai susu cairnya bukan yg full cream, tapi aku lebih memilih yang high calcium dan low fat atau rendah lemak, akan tetapi menghasilkan ice cream yg creamy, lembut dan lezat... sehingga buat ibu-ibu yang mengkonsumsinya ngga takut badan makin melar hihihii dan tetap bisa menikamati ice cream selezat ice cream di resto.. aihh mantap kali promosinya hahaha...
Bahan-bahan lainnya aku pun memakai bahan berkwalitas bagus, seperti gula, coklat, susu dan buah-buahannya.
Es krim ini tentu saja aku bandrol lebih rendah dari harga di mall, sangat terjangkau. Mengingat jualanku hanya di rumah saja, dan ngga perlu biaya untuk sewa tempat. Dan mereka yang sudah pernah mencicipi es krim buatanku ini, terutama untuk varian rasa durian, semua mengatakan mak nyuusss.. duriannya kerasa banget.. top.. .Alhamdulillah ... :). Begitu juga dengan varian rasa strawberry, di mana buah strawberrynya sebagian dicincang, sehingga menambah kesegaran saat mencecapnya. Dan rasa cokelatnya pun paduan antara cokelat, mocca dan cappuccino dengan topping serutan cokelat dan wafer.. mmm.. bayangkan kelezatannya dengan sekali gigit. Dijamin mau lagi, lagi dan lagiii.. ;). Terbukti ada cust yang bilang takut ketagihan... hihihii.... Mantap!
Berminat? Hubungi contact WA/SMS di 081235644446, yaa.. :)

Jumat, 20 Februari 2015

Cake Keju Lapis Nanas








Kali ini aku ingin bereksperimen dengan imajinasiku  membuat cake keju yang dikukus  dengan dilapisi selai nanas. Seperti sponge cake pada umumnya dengan pengocokan telur, gula dan emulsifier terlebih dahulu. Dan pembuatan selai nanasnya aku sengaja buat agak berair, ngga sekesat kalau untuk filling nastar. Rasa selainya pun dibuat manis asem, biar klop aja dengan rasa cake kejunya. (Tapi sayangnya nanas yang untuk garnish ngga bisa mulus ngupasnya...) :( . Penggunaan cream aku skip, karena memang sedang ingin membuat cake dengan paduan rasa buah yang segar. Dan benar saja, ketika aku mencicipi cake ini sepotong kecil, rasanya manis asem seger, cakenya sungguh lezat dan lembut. Apalagi setelah menginap esok harinya... hmmm... it's very good taste.
Buat yang mau coba resepnya, ini dia...

Bahan :
  • 130 gr terigu protein sedang
  • 30 gr susu bubuk
  • 1/2 sdt baking powder
  • 6 butir telur
  • 150 gr gula pasir
  • 1/2 sdt emulsifier
  • 90 gr keju, parut halus
  • 50 ml susu cair putih
  • 100 gr white cooking chocolate, potong-potong kecil
  • 75 gr butter
  • selai nanas secukupnya

Cara membuatnya :
  • Panaskan susu, masukkan keju, aduk hingga lembut. Masukkan butter & white cooking chocolate, aduk rata. Sisihkan.
  • Kocok telur, gula pasir & emulsifier, hingga mengembang dan kental.
  • Masukkan terigu, susu bubuk & baking powder dengan cara diayak sedikit demi sedikit, aduk perlahan hingga rata.
  • Tambahkan campuran susu cair & keju, aduk hingga rata.
  • Tuang adonan ke dalam loyang yang telah dioles margarin & dialasi kertas roti.
  • Kukus dengan api sedang selama 45 menit hingga matang.
  • Setelah cake dingin, belah melintang untuk membagi cake menjadi dua. Oles dengan selai nanas agak tebal. Tutup dengan belahan cake yang lain. Taburi keju parut, potong-potong.

Minggu, 15 Februari 2015

Red Velvet Cupcakes





Merah marunnya membuatku terpesona saat pertama kali aku melihatnya di bakery ternama. Saat itu mataku terbelelak karena melihat harganya yang fantastis. Per slice nya dibandrol dengan harga Rp. 25.000,- ! Yes.., Red Velvet...selain warnanya yang mempesona, rasanya pun lembut banget. Dan sekarang aku mencobanya sendiri di dapur mungilku dengan versi cup. Frostingnya udah hampir leleh gegara kelamaan nyari-nyari kamera, hihi..


Salah satu bahan yang ngga bisa aku dapatkan dengan mudah adalah si butter milk. Tapi ternyata bisa disubstitusi dengan menggunakan yoghurt atau susu yang dicampur dengan jeruk nipis. Jadi, rasa butter milknya ngga bisa di dapat di cake ini. Next aku musti rajin ngubek-ngubek tbk kesohor... hehe.. Dan untuk warnanya, aku pakai pewarna Wilton. Asli dari moyangnya sana pakai rootbeat. Tapi (lagi-lagi) ngga mudah juga nyari akar/buah bitnya. Males nyari kalo termasuk barang langka..hehe. 

Ada beberapa resep red velvet yang udah masuk list, tapi aku pakai resep dari carapedia.com

Bahan :
  • 250 gr tepung terigu
  • 1/2 sdt garam
  • 15 gr cokelat bubuk
  • 113 gr unsalted butter
  • 300 gr gula kastor
  • 2 butir telur
  • 1 sdt vanila ekstrak
  • 240 ml buttermilk. (aku pakai yogurt)
  • 2 sdm pewarna merah
  • 1 sdt cuka (aku pakai air lemon)
  • 1 sdt baking soda

Cara membuat :

  • Panaskan oven hingga 175 derajat C.
  • Campur terigu, garam & cokelat bubuk, sisihkan.
  • Kocok butter selama 1-2 menit sampai halus. Tambahkan gula dan kocok lagi selama 2-3 menit hingga lembut.
  • Masukkan telur satu per satu sambil tetap dikocok hingga tercampur rata. Tambahkan vanila ekstrak.
  • Tuang pewarna merah ke dalam buttermilk, aduk rata. Tuangkan ke dalam adonan bergantian dengan campuran terigu, aduk perlahan.
  • Tuang air lemon ke dalam baking soda hingga berbusa dan segera tuangkan ke dalam adonan selagi masih berbusa.
  • Segera tuang ke dalam paper cup. Dan oven selama -/+ 18 menit hingga matang.
Frosting :
  • 227 gr cream cheese
  • 227 gr keju mascarpone (aku pakai 100 gr keju spread)
  • 1 sdt vanila ekstrak
  • 115 gr icing sugar (aku pakai 100 gr)
  • 360 gr whipping cream dingin
Caranya :
  • Kocok keju dan cream cheese hingga lembut. Tambahkan vanila dan icing sugar, kocok lagi hingga lembut.
  • Masukkan whipping cream, aduk dengan spatula hingga rata.
  • Masukkan ke dalam piping bag, semprotkan di atas permukaan cake dengan cara melingkar ke arah atas. Hias dengan berbagai gula warna warni atau sprinkle sesuai selera.




Rabu, 04 Februari 2015

Macaron








Senaaang bukan kepalang saat aku berhasil menaklukkan si mungil asal Perancis yang bernama Macaron ini. Tapiii itu setelah melewati 2 kali kegagalan. Bisa dibayangin kan salah satu bahannya yang terbilang mahal itu sia-sia.... Itu tuh si almond powder yang jadi bahan utama dalam pembuatan macaron. Sampai sekarang aku belum tau sebab kenapa macaron yang aku buat pertama dan kedua kali itu gagal dengan menggunakan tehnik french macaron. Tapi setelah aku tau dari blognya Wati Cookery dengan tehnik Swiss, jadilah macaronku seperti gambar di atas itu, hehehe... Thank's ya mba udah di share :)

Pembuatannya tricky banget. Mesti liat cuaca, jangan sampai lembab, semua peralatan harus bersih, artinya bebas dari yang berminyak-minyak, pengocokan putih telur harus tepat, penggunaan pewarna juga yang oil based (kalau terpaksa pakai pewarna cair harus sesedikit mungkin), halaah ribet yaa... Tapi semua itu untuk menentukan keberhasilan dari si macaon ini. Supaya hasilnya bisa cantik dan yang terpenting kaki-kaki khas macaronnya bisa muncul. Huaah pantes aja kalau kue mungil ini dibandrol mahal... :)
Kalau ada yang mau coba dengan tehnik swiss macaron ini, boleh di intip resepnya di bawah sini yaa..

Bahan :
  • 100 gr bubuk almond
  • 100 gr icing sugar
  • 2 putih telur (-/+ 80 gr)
  • 100 gr gula kastor
  • 2 tetes pewarna bentuk gel
Cara membuat :
  • Haluskan bubuk almon, ayak.
  • Didihkan air dalam panci, kecilkan apinya. Pada mangkuk tahan panas tuang putih telur bersama gula kastor dan kocok dengan whisker di atas panci berisi air mendidih, hingga gula larut dan putih telur panas tetapi tidak sampai mendidih. Angkat.
  • Lanjutkan mengocok dengan menggunakan mixer speed tinggi hingga kental. Tambahkan pewarna, kocok terus hingga soft peak.
  • Masukkan bubuk almon dan icing sugar secara bertahap, aduk hingga rata. Bila adonan sudah jatuh dalam gumpalan saat disendokkan, hentikan pengadukan.
  • Panaskan oven dengan suhu 150 derajat Celcius, alasi loyang dengan silpat/parchment paper.
  • Masukkan adonan ke dalam piping bag yang dilubangi ujungnya. Semprotkan di atas loyang. Hentak-hentakkan loyang perlahan. Diamkan adonan selama -/+ 15 menit hingga adonan tidak lekat saat disentuh.
  • Oven hingga -/+ 7 menit sampai kaki-kaki macaron keluar dan matang.
  • Setelah dingin oles salah satu macaron dengan selai atau cream, tangkupkan dengan macaron yang lain.
  • Simpan dalam stoples kedap udara. Atau bisa disimpan dalam lemari es.


Kamis, 18 Desember 2014

Cheese Cake











order Bu Syifa... makasih..

Slice. Order Mb Armyn, buat bekal ke S'pore


Mb Afni, Mb Mila, & Mb Asti... terimakasih repeat order nya... :)


Orderan Mb Linda... maturnuwun yo mb :)



salah satu customer yang request dengan topping keju



Siap diambil pemesan.. makasih.  #cc Bu Ida & Mb Rita 22/03



Like a silk... soft and cottony... ;). Serasa meleleh di mulut... Apalagi saat dinikmati dalam keadaan dingin/simpan dalam lemari es sebelumnya... mmm.. susah untuk melukiskan kelezatnya. Cheese cake ini bisa juga di simpan untuk jangka waktu 1 minggu lebih jika di simpan dalam keadaan frozen. Caranya bungkus cheese cake dengan aluminium foil, lalu simpan dalam freezer suhu 17 derajat C. Jika dalam lemari es nya bisa bertahan hingga 3-4 hari dalam wadah tertutup dan tidak terkontaminasi dengan bau-bau tajam, semisal durian, jengkol, dll yaa.. :)

Ini adalah Cheese Cake yang entah sudah ke berapa kalinya aku buat. Begitu rasa di sebar di akhir tahun lalu...kawan-kawan semua mengatakan ennaaak.. lembuut dan maknyuuus. Rasanya memang lebih nendang dibanding dengan cheese cake yang menggunakan cream cheese. Cheese Cake ini lebih ngeju. Alhamdulillah akhirnya kini menuai orderan. Awal dulu membuatnya aku ngga kepikiran untuk membisniskan ini. Tapi karena ada aja yang request dan menyarankan untuk dijual, akhirnya aku berfikir ulang untuk menerima order khusus untuk cake satu ini. Jadiii buat yang pengen order bisa contack aku yaaa... Pemesanan minim H-2 ya.. :) atau menurut antrian order.
O ya, beberapa saat lalu cheese cake ini pernah aku bawa terbang ke Jakarta buat oleh-oleh sanak famili dan juga untuk bos suamiku. Ngga nyangka istri bos bilang, enaak.. Malah awalnya mengira cheese cake yang aku bawa dapat beli dari Eaton Bakery.. Mirip banget katanya... :))  Alhamdulillah... disamain dengan bakery ternama. Barokalloh :).

Di atas itu aku sertakan beberapa gambar orderan yang sempat aku foto, tapi ngga bisa semuanya. Mungkin nanti postingnya khusus yang untuk orderan yaa... #kalo sempat :D