Kamis, 10 Juli 2014

Puding Cokelat Cocktail





Hmm... lagi rajin bikin puding nih aku. Maklumlah cuaca di kotaku memang benar-benar hot, sehingga menurutku tak lengkap kalau berbuka tanpa ada sajian puding yang segar. 
Kali ini aku membuat puding cokelat yang dipadu bersama cocktail. Karena aku sudah merasa bosan dengan puding cokelat dengan siraman vlanya. Kreasi mini puding ini masih tetap menggunakan cetakan dari puding leci yang beberapa saat lalu sempat aku posting di blogku ini. Hanya saja posisi pudingnya tetap seperti saat menuangkan adonannya... nggak perlu dibalik maksudnya... :). Ternyata kata teman-temanku nggak kalah cantiknya sama tampilan Lychee Milk Pudding yang ku buat. Rasanya nyoklat banget dengan air dan fruity cocktailnya yang segar menggelegar... hehe (lebay lagi deh). Tapi beneran puding ini enak banget. Yang mau resepnya, di bawah sini yaa..

Bahan :
  • 1 sdt bubuk jelly cokelat
  • 1 bungkus agar-agar cokelat
  • 150 gr gula pasir (menurut selera)
  • 1 sdt bubuk cokelat
  • 1/2 sdt pasta cokelat
  • 750 ml susu segar
  • 300 gr cocktail 
Cara membuat :
  • Campurkan sedikit susu dengan bubuk cokelat sampai menjadi cair.
  • Masukkan cairan cokelat, sisa susu, agar-agar, jelly dan gula pasir, masak di atas api sedang sambil diaduk hingga gula larut. Tambahkan pasta cokelat, aduk-aduk dan didihkan. Kemudian saring.
  • Tuang adonan agar-agar ke dalam cetakan mini berbentuk bunga. Bekukan dalam lemari pendingin.
  • Setelah beku, keluarkan puding dari cetakan, siram dengan air syrup cocktail dan buahnya.
  • Sajikan.

Jumat, 27 Juni 2014

Lychee Milk Pudding


Even Ramadhan seperti sekarang ini aku ingin mengawali berbuka puasa dengan puding manis yang menyegarkan untuk keluarga kecilku. Apalagi cuaca di kotaku sedang panas tak terkira (ah panas Surabaya dan sekitarnya emang udah jadi icon kok) hehe... Jadi pas aja kalau buka puasa kali ini menyantap hidangan berupa puding dengan beberapa irisan buah. Ini bisa jadi hidangan pembuka sekaligus penutup hehehe... Terserah ajalah ya... :)

 
Puding yang ku buat ini ada dua lapisan. Untuk lapisan pertama aku menggunakan adonan jelly bening bertabur biji selasih dengan irisan buah dan nata de coco. Dan untuk lapisan ke duanya aku menggunakan agar-agar susu yang di campur dengan sedikit jelly. Mmm... nice look.. begitu menggoda... Soal rasa, jangan ditanya deh. Ngga bakal cukup menikmati hanya sepotong saja. Manis serta asem seger rasa lecinya membuat ketagihan, lagi.. lagi daaan lagi... (ngga lebay lho ya..) hehe...


Yang mau cobain, aku share resepnya di bawah ya...

Bahan A :
  • 1/2 bungkus jelly rasa leci
  • 80 gr gula pasir
  • 300 ml air
  • 1 sdm biji selasih siap pakai
  • 1 kaleng buah peach dan bengkuang siap pakai / kalengan
  • secukupnya nata de coco
Cara membuat :
  • Campur bubuk jelly bersama air dan gula, aduk aduk. Lalu masak hingga mendidih. 
  • Angkat. Diamkan sejenak  kemudian tambahkan setengah bungkus butiran acidnya agar rasa lecinya semakin keluar dan segar. Tambahkan pula biji selasih. Sisihkan.
Bahan B :
  • 1/2 bungkus agar-agar putih
  • 1/2 sdm bubuk jelly rasa leci
  • 80 gr gula pasir (sesuikan dengan selera masing-masing ya)
  • 1/2 kaleng susu kental manis
  • 400 ml air
Cara membuat :
  • Campur bubuk jelly dan bubuk agar-agar, gula, susu serta air. Aduk-aduk. Masak di atas api kecil sambil terus di aduk agar susu tidak pecah. Didihkan.
  • Siapkan loyang-loyang kecil berbentuk bunga. Tata buah di dasar loyang. Lalu tuangkan bahan A setengah dari tinggi loyang. Diamkan hingga agak beku.
  • Tuangkan bahan B secara perlahan sedikit demi sedikit supaya adonan susu tidak bercampur dengan adonan jelly di bawahnya.
  • Bekukan dalam lemari es. Setelah beku balikkan puding hingga jelly berisi buah tampak di bagian atas.
  • Hidangkan dalam keadaan dingin.
Note : panaskan kembali adonan jelly atau agar-agar jika terlihat mulai membeku.

Sabtu, 21 Juni 2014

Kue Sagu Cokelat










Kue kering Sagu Cokelat ini rasanya renyah, sedikit gurih tapi tetep manis dan bentuknya cantik. Aku teringat bentuk sebuah broche yamg pernah diberikan seorang kawan kepadaku. Tapi entah broche itu di mana, sudah rusak juga di bagian penngaitnya. Membuat kue ini gampang banget dan cepet selesainya. Itu karena tanganku sudah mulai gemulai memainkan spuit... hehehe.
Langsung aja deh buat yang mau coba, simak resepnya di bawah sini. O iya resep ini aku ambil dari Wiki resep yang sudah aku modif sedikiiit... hehe. Padahal modifnya cuma tambahan di choco chips aja :P

Bahan :
  • 475 gr tepung sagu tani yang sudah di sangrai 
  • 30 gr cokelat bubuk (aku pakai 20 gr bensdorf & 10 gr van houten)
  • 1 sdt baking powder
  • 100 gr margarin (aku pakai 50 gr butter & 50 gr margarin)
  • 200 gr gula halus
  • 2 kuning telur
  • 200 ml santan kental
  • 25 ml susu kental manis
  • 50 gr choco chips
Cara membuat :
  • Ayak tepung sagu, cokelat bubuk dan baking powder. Sisihkan.
  • Kocok margarin dan gula hingga rata. Lalu masukkan kuning telur, kocok hingga rata.
  • Tambahkan susu kental manis, kocok lagi sebentar.
  • Tuangkan santan sedikit demi sedikit bergantian dengan tepung sagu, aduk pelan dengan spatula hingga rata.
  • Masukkan adonan dalam piping bag yang telah diberi spuit bintang. Kemudian semprotkan di atas loyang beroles margarin dan di taburi tepung terigu tipis-tipis, membentuk lingkaran. Hias ujungnya dengan choco chips.
  • Panggang dalam oven dengan suhu 150 derajat C selama 30 menit hingga matang.



Kamis, 19 Juni 2014

Kue Sagu Bintik


Edisi kue kering...
Seperti biasanya saat puasa menjelang lebaran Idul Fitri, aku selalu membuat kue-kue kering sendiri di rumah. Hal ini sudah berlangsung saat aku lulus SMA dan mulai tertarik dengan dunia baking, utamanya kue kering. Karena menurutku kue-kue kering itu gampang sekali di buat dan di modif, beda dengan cake. Tapi sayangnya ngga sempat belajar secara khusus. Semua ilmu perbakingan aku dapatkan dari buku...saat itu belum ada internet seperti sekarang yang dengan mudah kita mencari berbagai resep. Alhamdulillah kue-kue kering yang kala itu kubuat menghasilkan pujian dari beberapa teman dan keluarga. Sudah banyak kue-kue kering yang ku buat sejak 25 tahun lalu (hehe udah puluhan tahun juga yaa), dengan berbagai rasa sesuai ide yang ada di kepalaku. Tapiii... semuanya tanpa gilasan dan cetakan. Dibentuk aja pakai tangan dan sendok atau lidi atau apa aja yang menurutku bisa untuk dijadikan ide kreasiku... :). 
Beberapa kawan selalu ingin memesan kue kering buatanku. Tapi dengan berat hati aku ngga bisa menyanggupi karena keterbatasan tenaga. Dan aku memang ngga berniat untuk menjadikan ini sebagai bisnis.
Dan kali ini aku mencoba untuk membuat kue kering sagu dengan menggunakan spuit. Hadeeh... pakai cetakan aja ga pernah apalagi pakai spuit begini. Tapi ya sudahlah... mungkin memang harus dicoba, meski di cetakan pertamaku ini hasilnya kurang cantik karena tanganku belum gemulai memutar spuit. Tapi rasanya enak & renyah.
Berikut resepnya ya...

Bahan :
  • 300 gr tepung sagu tani yang sudah disangrai bersama 2 lembar daun pandan sebentar, ayak
  • 100 gr margarin
  • 50 gr butter
  • 175 gr gula halus
  • 1 kuning telur
  • 50 ml santan kental
  • 100 gr meises
Cara membuat :
  • Kocok margarin dan butter hingga putih dan lembut.
  • Masukkan gula, kocok rata. Kemudian tambahkan kuning telur, kocok rata kembali.
  • Masukkan tepung sagu secara bertahap ke dalam adonan mentega, aduk rata. Lalu tuangkan santan, aduk rata.
  • Tambahkan meises, ratakan.
  • Masukkan adonan ke dalam piping bag yang telah diberi spuit bentuk bintang atau sesuai selera. Kemudian semprotkan di atas loyang beroles mentega dan ditaburi tepung.
  • Oven selama 50 menit dengan api kecil dengan suhu 150 derajat C hingga kekuningan.


Kamis, 22 Mei 2014

Curry Puff ( Karipap Pusing )









Kue satu ini populer di Singapore dengan sebutan Pastel Singapura dan di Malaysia disebut dengan Karipap Pusing. Sedangkan di Indonesia sendiri ada yang menyebutnya dengan Pastel Berlapis atau Pastel Keong. Terserah deh mau pake nama yang mana. Dan aku lebih suka menyebutnya karipap pusing. Sempat kepikiran kenapa memakai embel-embel pusing segala... Mungkin karena tekstur kue yang berlayer menyerupai pusaran sehingga saat awal ngeliat penampakannya memang agak pusing juga.. hehe.. maksudku, pusing karena ga tau gimana caranya bisa muter-muter gitu... :D. Ternyata setelah tau tutorialnya gampang aja. Tapi tanpa dipraktekkan belum percaya deh kalo bikinnya emang bener-bener gampang.
Aku membuatnya dengan isian kentang bumbu kari yang sederhana dan kebetulan masih tersisa tiga buah kentang di dapur. Setelah isiannya siap, tinggal bikin doughnya. Uleni... gilas... isi... goreng... ga perlu waktu lama kok. Memang hasilnya belum cantik banget sih, maklum, baru perdana.. tapi renyahnya itu lho... ditambah kulit pastelnya yang gurih.. hmmm enak... cryspinya lembut.
Yuk mari yang mau nyoba bikin, aku sertakan sedikit step by stepnya di sini... semoga bisa dipahami :). Di resep first trial ini hasil jadinya banyaaak, sehingga aku bisa mencoba bentuk pinggiran kue dengan dipilin dan di lekuk-lekuk. Dan untuk isiannya sengaja ngga aku kasih resep di sini, karena isi pastel bisa memakai resep kesukaan masing-masing aja ya...



Resep : NCC by Fatmah Bahalwan

Bahan  A :
  1. 250 gr tepung terigu
  2. 150 gr margarin
Bahan B :
  1. 750 gr tepung terigu
  2. 80 gr minyak goreng
  3. 300 ml air es
  4. 50 gr gula
  5. 1 sdm garam
Cara membuatnya :
  • Campur semua bahan A hingga bisa dipulung, bagi menjadi 4 bagian, bulatkan sisihkan.
  • Untuk bahan B : campurkan tepung, gula, minyak & garam, uleni sambil tuangkan air sedikit demi sedikit hingga kalis, bagi menjadi 4 bagian, bulatkan.



  • Pipihkan satu bagian adonan B, isi dengan adonan A. Bulatkan hingga adonan A terbalut rapat adonan B. Lakukan proses ini pada semua bagian adonan A & B. Diamkan selama 15 menit.



  • Ambil satu bagian adonan, gilas tipis, kemudian lipat dengan lipatan single (dilipat tiga ke arah tengah).

  • Gilas lagi memanjang hingga sangat tipis, kemudian gulung sambil dipadatkan. Lakukan pada adonan yang lainnya.
  • Lalu potong potong setebal 1-1,5 cm dan akan terlihat tekstur lingkaran berlapis (pusaran).



  • Gilas tipis masing-masing potongan, isi dengan kentang bumbu kari, bentuk pastel lalu rapatkan dengan cara dipilin atau sesuai kreasi.


  • Goreng dalam minyak banyak dengan api sedang hingga kuning kecoklatan.
  • Sajikan bersama cabe rawit.



Minggu, 18 Mei 2014

Bolen Bandung









Berawal dari penjaja keliling Bolen Bandung yang biasa masuk ke perumahan di tempat aku tinggal. Kata suami kok mahal untuk beberapa pcs aja. Dari situlah aku mencoba untuk membuatnya sendiri dari resep yang sudah lama banget mangkal di buku kumpulan resep-resep koleksiku. Belum berniat untuk memulai bake to pastry...males lipet lipetnya :D. Tapi biar awalnya males nggak pake acara berminggu-minggu untuk mewujudkan eksekusi bolen ini, karena.... aku mendapat oleh-oleh pisang dari tetangga sebelah. Alhamdulillah ada yang ngasih rizki sesisir pisang. Memang bukan pisang raja seperti yang aku pengen sih, tapi boleh juga kayaknya kalo buat isian bolenku nanti. Aku menyebutnya pisang tanduk. Pisang jenis ini kesat ngga benyek. Di kukus gitu aja enak dimakan lho..
Dan ternyata rasanya ngga jauh beda kok dengan bolen yang berisi pisang raja. Tapi memang paling ok sih pakenya pisang raja, ketimbang pisang jenis lain. Rasanya lebih mantap aja... Namanya juga Raja ya.. :)
Yuk, yang mau coba-coba bikin aku share resepnya deh...



Bahan :
  1. 275 gr tepung terigu protein sedang
  2. 2 sdm susu bubuk
  3. 60 gr butter
  4. 3 kuning telur, kocok lepas
  5. 50 gr gula pasir
  6. 150 gr margarin pastry/ korsvet
  7. 90 ml air es
  8. 1 sdt garam
Isian :
  1. 10 buah pisang raja, kukus, potong-potong 5cm, belah (tidak sampai putus)
  2. 100 gr keju parut kasar
  3. 100 gr meises campur dengan 50 gr gula pasir
Olesan : 2 kuning telur campurkan dengan 1 sdm susu cair

Cara membuat :
  1. Masukkan tepung terigu, gula, garam, aduk rata. Tambahkan butter dan telur kemudian sambil diuleni masukkan air es. Uleni hingga kalis. Masukkan ke dalam lemari es selama 20 menit.
  2. Gilas adonan membentuk persegi panjang setebal -/+ 1 cm. Bagi menjadi 3 bagian.Tambahkan margarin pastry pada 2 bagiannya. Lalu lipat adonan yang tidak berkorsvet ke arah dalam/tengah. Kemudian lipat adonan yang berkorsvet juga ke arah dalam/tengah, menumpuk menjadi lipatan single. Gilas lagi memanjang. Lakukan lipatan single seperti pada proses awal tadi. Simpan ke dalam lemari es selama 15 menit.
  3. Gilas lagi adonan memanjang, lakukan lipatan single sekali lagi. Balik adonan, lalu gilas tipis kira-kira 3mm. Potong-potong persegi. Di masing-masing potongan letakkan pisang yang belahannya ditabur meises dan keju. Lalu taburi lagi dengan meises & keju. Lipat membentuk amplop.
  4. Tata pada loyang yang beralas kertas roti. Olesi dengan bahan oleasan. Taburi keju.
  5. Panggang dengan suhu 180 derajat C, jika sudah hampir kuning kecoklatan turunkan suhu menjadi 160 derajat C. Panggang hingga matang.
Note : Jangan lupa untuk menaburi tepung pada alas/meja dan alat penggilasnya ya, agar adonan selalu kalis dan ngga lengket

Kamis, 08 Mei 2014

Lapis Labu Kuning











Labu kuning. Lagi-lagi bawaan dari kampung halaman suami..hihi. Lah emang iya, kalau aku berkunjung ke sana penuh deh bagasi mobil. Dari mulai gula merah sampai cabe, semua dibawain hehehe. Ga enak banget nolak kemauan emak mertua di kampung yang selalu sibuk dengan oleh-oleh khas kampung yang sudah beliau siapkan sehari sebelum kepulanganku. Tapi alhamdulillah.. sebenarnya banyak manfaat yang aku dapat dari bahan-bahan mentah pemberian emak. T'rimakasih banyak mak yaa... :)
Seperti biasa, aku tak pernah langsung menyentuh dan mengolah bahan-bahan itu. Seperti si labu kuning ini salah satu contohnya. Sudah berbulan-bulan bertengger di dapur... :D. Untung saja labu kuning awet bertahan hingga berbulan-bulan. Asal tidak lebih dari enam bulan, karena berat akan menyusut seiring menguapnya air dalam buah.
Karena tak banyak referensiku tentang kue-kue dari labu kuning ini maka aku berselancar dulu untuk mencari resep-resep kue berbahan buah satu ini. Alhasil aku menemukan resep kue lapis beras  labu kuning & cokelat milik Mb Diah di Diah Didi's Kitchen. Sebenernya ada dua resep dari blognya yang membuatku tertarik, selain kue lapis yang aku sebut tadi ada juga cake kukus labu kuning lapis cokelat yang cantik banget. Next time harus dicoba.. Makasih ya mb resepnya. Kue lapis ini rasanya enak khas labu kuning, lembut dan ngga keras.
Yang tertarik untuk nyoba resep lapisnya, monggo... ( Judul lapisnya aku perpendek ).

Bahan :
  1. 300 gr labu kuning, kukus, haluskan
  2. 250 gr tepung beras
  3. 75 gr tepung sagu
  4. 220 gr gula pasir
  5. 1/4 sdt garam
  6. 1/4 sdt vanili bubuk
  7. 800 ml santan sedang dari 1 butir kelapa
  8. 1/2 sdm cokelat pasta
Cara membuatnya :
  1. Masak santan hingga mendidih, biarkan hangat kemudian campurkan dengan labu kuning. Blender halus.
  2. Campur tepung beras, tepung sagu, gula pasir, garam dan vanili, aduk rata.
  3. Masukkan labu kuning ke dalam campuran tepung, aduk hingga rata. Kemudian saring adonan agar mendapatkan adonan yang halus dan licin.
  4. Bagi adonan menjadi dua. Satu beri pasta cokelat dan satunya lagi biarkan kuning.
  5. Tuang dengan 2 sendok sayur adonan kuning ke dalam loyang yang dialas plastik. Kukus selama 5 menit dengan api sedang. Lalu tuang lagi adonan cokelat, kukus selama 5 menit. Lakukan berselang seling hingga adonan habis.
  6. Pada adonan yang terakhir kukus lagi selama 20 menit hingga matang.
  7. Potong-potong setelah dingin dengan menggunakan pisau yang dibungkus plastik, agar potongan kue tampak halus dan rapi.


Jumat, 02 Mei 2014

Egg Tart ( Pie Susu )





Beberapa saat lalu aku dapat oleh-oleh dari tetangga depan rumah yang kala itu suaminya dinas di Bali. Ya, apalagi kalau bukan Pie Susu yang kepopulerannya sudah terkenal seantero Indonesia. Bahkan kabarnya bule-bule juga menjadikan pie susu ini sebuah oleh-oleh jika hendak pulang ke negaranya.. Wuiih..


Aku jadi teringat salah seorang kawanku yang pernah memberi kue pie ini. Dia katakan ini kue lontar. Ah... kenapa namanya jadi kue lontar, pikirku dalam hati tanpa mau membahas dan menanyakannya lebih lanjut.
Dan sampai akhirnya kemarin aku dapat sekotak kecil kue pie itu... Hmm aku berpikir, kenapa ngga nyoba membuatnya sendiri aja ya...
Ternyata dari hasil jalan-jalanku di dunia maya sore itu tentang si pai susu ini, barulah aku tau bahwa di daerah Papua pie susu ini disebutnya Kue Lontar. Hehehe... terjawab sudah tanya dalam hatiku... hayyah..
Yu mari sekarang langsung aja ke dapur ya.. siapin bahan-bahannya. Kebetulan ada beberapa resep pie susu, tapi pilihanku jatuh di resepnya Catatan DapurnyaVero yang di adaptasi dari Mb Ricke Indriani. Dan first trial pie susu  yang aku buat ini hasil akhirnya nggak semulus punya Mb Vero. Karena aku manggangnya agak lamaan dikit... kepengen seperti pie susu Bali asli itu lho... di pinggiran fillingnya ada seperti karamel yang melingkar.. ;) duiih gayanya.. Tapi apapun itu trims ya mb aku contek resepnya  :)

Bahan Crust :
  1. 500 gr tepung terigu protein sedang
  2. 300 gr margarin/buter
  3. 2 sdm penuh gula halus
  4. 3 butir kuning telur
Cara membuatnya :
  1. Campur semua bahan menjadi satu menggunakan pisau pastry atau sendok kayu hingga adonan berbutir-butir dan tercampur rata.
  2. Padatkan dan bulatkan hingga bisa dipulung.
  3. Cetak dalam cetakan pie yang sudah dioles tipis dengan margarin.

Bahan Filling :
  1. 300 ml susu kental manis
  2. 8 kuning telur, kocok lepas
  3. 400 ml air
  4. 30 gr tepung custard
  5. 1-2 sdt vanilla susu
Cara membuatnya :
  1. Campur susu kental manis dengan air, aduk rata.
  2. Masukkan kuning telur, aduk rata.
  3. Tambahkan tepung custard & vanilla susu, ratakan dan saring.

Finishing :
  1. Tuangkan filling ke dalam adonan crust yang sudah di cetak hingga penuh.
  2. Panggang dalam oven dengan suhu 160 derajat C hingga 45 menit. (tergantung masing-masing oven).
  3. Setelah matang, diamkan 10 menit sebelum melepasnya dari cetakan. Dan akan lebih nikmat disajikan dalam keadaan dingin.

Note : Selama memanggang perhatikan suhu jangan terlalu tinggi. Dan pada filling jika sudah mulai naik, segera keluarkan dari oven agar tidak menggelembung dan pecah. Tetapi jika dirasa kulit pie masih belum matang, turunkan suhunya kemudian lanjutkan memanggang hingga kulit pie benar-benar matang.