Kamis, 08 Mei 2014

Lapis Labu Kuning











Labu kuning. Lagi-lagi bawaan dari kampung halaman suami..hihi. Lah emang iya, kalau aku berkunjung ke sana penuh deh bagasi mobil. Dari mulai gula merah sampai cabe, semua dibawain hehehe. Ga enak banget nolak kemauan emak mertua di kampung yang selalu sibuk dengan oleh-oleh khas kampung yang sudah beliau siapkan sehari sebelum kepulanganku. Tapi alhamdulillah.. sebenarnya banyak manfaat yang aku dapat dari bahan-bahan mentah pemberian emak. T'rimakasih banyak mak yaa... :)
Seperti biasa, aku tak pernah langsung menyentuh dan mengolah bahan-bahan itu. Seperti si labu kuning ini salah satu contohnya. Sudah berbulan-bulan bertengger di dapur... :D. Untung saja labu kuning awet bertahan hingga berbulan-bulan. Asal tidak lebih dari enam bulan, karena berat akan menyusut seiring menguapnya air dalam buah.
Karena tak banyak referensiku tentang kue-kue dari labu kuning ini maka aku berselancar dulu untuk mencari resep-resep kue berbahan buah satu ini. Alhasil aku menemukan resep kue lapis beras  labu kuning & cokelat milik Mb Diah di Diah Didi's Kitchen. Sebenernya ada dua resep dari blognya yang membuatku tertarik, selain kue lapis yang aku sebut tadi ada juga cake kukus labu kuning lapis cokelat yang cantik banget. Next time harus dicoba.. Makasih ya mb resepnya. Kue lapis ini rasanya enak khas labu kuning, lembut dan ngga keras.
Yang tertarik untuk nyoba resep lapisnya, monggo... ( Judul lapisnya aku perpendek ).

Bahan :
  1. 300 gr labu kuning, kukus, haluskan
  2. 250 gr tepung beras
  3. 75 gr tepung sagu
  4. 220 gr gula pasir
  5. 1/4 sdt garam
  6. 1/4 sdt vanili bubuk
  7. 800 ml santan sedang dari 1 butir kelapa
  8. 1/2 sdm cokelat pasta
Cara membuatnya :
  1. Masak santan hingga mendidih, biarkan hangat kemudian campurkan dengan labu kuning. Blender halus.
  2. Campur tepung beras, tepung sagu, gula pasir, garam dan vanili, aduk rata.
  3. Masukkan labu kuning ke dalam campuran tepung, aduk hingga rata. Kemudian saring adonan agar mendapatkan adonan yang halus dan licin.
  4. Bagi adonan menjadi dua. Satu beri pasta cokelat dan satunya lagi biarkan kuning.
  5. Tuang dengan 2 sendok sayur adonan kuning ke dalam loyang yang dialas plastik. Kukus selama 5 menit dengan api sedang. Lalu tuang lagi adonan cokelat, kukus selama 5 menit. Lakukan berselang seling hingga adonan habis.
  6. Pada adonan yang terakhir kukus lagi selama 20 menit hingga matang.
  7. Potong-potong setelah dingin dengan menggunakan pisau yang dibungkus plastik, agar potongan kue tampak halus dan rapi.


Jumat, 02 Mei 2014

Egg Tart ( Pie Susu )





Beberapa saat lalu aku dapat oleh-oleh dari tetangga depan rumah yang kala itu suaminya dinas di Bali. Ya, apalagi kalau bukan Pie Susu yang kepopulerannya sudah terkenal seantero Indonesia. Bahkan kabarnya bule-bule juga menjadikan pie susu ini sebuah oleh-oleh jika hendak pulang ke negaranya.. Wuiih..


Aku jadi teringat salah seorang kawanku yang pernah memberi kue pie ini. Dia katakan ini kue lontar. Ah... kenapa namanya jadi kue lontar, pikirku dalam hati tanpa mau membahas dan menanyakannya lebih lanjut.
Dan sampai akhirnya kemarin aku dapat sekotak kecil kue pie itu... Hmm aku berpikir, kenapa ngga nyoba membuatnya sendiri aja ya...
Ternyata dari hasil jalan-jalanku di dunia maya sore itu tentang si pai susu ini, barulah aku tau bahwa di daerah Papua pie susu ini disebutnya Kue Lontar. Hehehe... terjawab sudah tanya dalam hatiku... hayyah..
Yu mari sekarang langsung aja ke dapur ya.. siapin bahan-bahannya. Kebetulan ada beberapa resep pie susu, tapi pilihanku jatuh di resepnya Catatan DapurnyaVero yang di adaptasi dari Mb Ricke Indriani. Dan first trial pie susu  yang aku buat ini hasil akhirnya nggak semulus punya Mb Vero. Karena aku manggangnya agak lamaan dikit... kepengen seperti pie susu Bali asli itu lho... di pinggiran fillingnya ada seperti karamel yang melingkar.. ;) duiih gayanya.. Tapi apapun itu trims ya mb aku contek resepnya  :)

Bahan Crust :
  1. 500 gr tepung terigu protein sedang
  2. 300 gr margarin/buter
  3. 2 sdm penuh gula halus
  4. 3 butir kuning telur
Cara membuatnya :
  1. Campur semua bahan menjadi satu menggunakan pisau pastry atau sendok kayu hingga adonan berbutir-butir dan tercampur rata.
  2. Padatkan dan bulatkan hingga bisa dipulung.
  3. Cetak dalam cetakan pie yang sudah dioles tipis dengan margarin.

Bahan Filling :
  1. 300 ml susu kental manis
  2. 8 kuning telur, kocok lepas
  3. 400 ml air
  4. 30 gr tepung custard
  5. 1-2 sdt vanilla susu
Cara membuatnya :
  1. Campur susu kental manis dengan air, aduk rata.
  2. Masukkan kuning telur, aduk rata.
  3. Tambahkan tepung custard & vanilla susu, ratakan dan saring.

Finishing :
  1. Tuangkan filling ke dalam adonan crust yang sudah di cetak hingga penuh.
  2. Panggang dalam oven dengan suhu 160 derajat C hingga 45 menit. (tergantung masing-masing oven).
  3. Setelah matang, diamkan 10 menit sebelum melepasnya dari cetakan. Dan akan lebih nikmat disajikan dalam keadaan dingin.

Note : Selama memanggang perhatikan suhu jangan terlalu tinggi. Dan pada filling jika sudah mulai naik, segera keluarkan dari oven agar tidak menggelembung dan pecah. Tetapi jika dirasa kulit pie masih belum matang, turunkan suhunya kemudian lanjutkan memanggang hingga kulit pie benar-benar matang.







Minggu, 27 April 2014

Banana Custard Choco Muffin


Awalnya arena punya sisa pisang raja yang udah beberapa hari ngga tersentuh. Entah karena udah kenyang atau karena pada males liat penampakan pisangya udah nggak semulus 3 hari lalu...hihi karena udah terlalu matang sehingga kulitnya ada bercak-bercak hitamnya, sedikit sih... tapi daging buahnya masih bagus. Jadi kebetulan banget kalo pisangnya udah kelewat matang, sehingga aku bisa menyulapnya sebagai campuran bahan kue.
Dan kue yang pertama terlintas di benakku saat itu, memodifikasi Chocolate Custard Muffin yang resepnya udah aku tulis di blog ini juga. Gampang aja kok...resep muffinnya sama pleq deh, cuma aku tambahin pisang dan parutan keju. Dan rasanya makin enyaaak... Mau nyobain? Silahkan...

Bahan :
  1. resep chocolate custard muffin
  2. 7 buah pisang raja yang matang sekali, cincang halus
  3. 100 gr keju cheddar, parut
Cara membuatnya : masukkan pisang dan keju sebelum proses penambahan tepung terigu pada adonan chocolate custard muffin.

Selamat mencoba  :)

Kamis, 17 April 2014

Sup Iga










Perjalanan panjang yang kami tempuh dari tempat tinggalku di Sidoarjo menuju kampung halaman suami di Temanggung membuat aku dan anak-anak lelah dan sedikit pusing. Maklumlah sebelumnya suamiku harus singgah sebentar di kota Pacitan yang jalannya berkelok-kelok seolah tak ada akhirnya, karena ada sedikit urusan pekerjaan yang harus dituntaskan. Huuuh rupanya jalan berkelok itulah yang membuat kami semua menahan lelah dan pusing setingkat lebih hebat dari biasanya hehehe...
Di saat yang tak seperti biasa saat kami berkunjung ke kampung halaman itulah yang memicu otakku untuk berbuat sesuatu agar lelah dan penat yang melanda tak berkepanjangan :-) Memasak sup iga sapi ala resto...yihiii anak-anak melonjak kegirangan. Suamiku memuji.. lebih enak dari pada di resto yang pernah kami kunjungi... ahaii... Dan yang pasti, sup iga ini membuat kami segar kembali...
Resepnya seperti bumbu sup pada umumnya aja ya, tanpa cengkeh dan kayu manis, karena anak-anak dan suami kurang suka dengan kedua bahan tersebut. Tetapi kalau mau bisa ditambahkan sedikit ke dalam rebusan iganya.

Bahan :
  1. 500 gr iga sapi, potong-potong, cuci bersih
  2. 1000 ml air (bisa ditambah sampai iga matang)
  3.  2 buah wortel, potong dadu 
  4. 2 buah kentang potong dadu
  5. 1 buah bawang bombay, iris kasar
  6. 1 batang daun bawang, potong kasar
  7. 5 siung bawang putih, geprek
  8. 1/2 sdt lada bubuk
  9. 1/4 sdt pala bubuk
  10. 1 sdm gula pasir
  11. 1 sdt garam (menurut selera)
  12. secukupnya daun seledri, potong kasar
Cara membuatnya :
  1. Rebus iga hingga matang dan empuk.
  2. Masukkan potongan wortel dan kentang.
  3. Tumis bawang putih dan bawang bombay hingga harum. Lalu tuang ke dalam rebusan iga, aduk-aduk.
  4. Tambahkan lada, pala, gula dan garam, masak sebentar. Angkat
  5. Masukkan daun bawang dan seledri.
Pelengkap : sambal cabe rawit, kecap & jeruk nipis

Kamis, 10 April 2014

Es Brenebon


Aku sengaja pakai istilah orang Manado dalam menyebut kacang merah. Karena es kacang merah ini memang berasal dari Sulawesi Utara, selain ada pula sup brenebon yang terkenal lezatnya itu. Kata Brenebon diambil dari Van Der Sar yaitu Bruine (warna cokelat) dan Bonen (kacang).
Es kacang merah ini sangat lezat dipadu dengan santan yang gurih dan kacang merahnya yang lunak serta legit. Sebetulnya aku pengen buat yang mirip kaya di resto Jepang itu, dengan kacang merah adzuki, kacang merah yang berbutir kecil. Tapi berhubung stock di dapur adanya yang jenis kidney bean, yang bentuknya seperti ginjal itu lho... jadi eksekusi tetep berjalan hehehe...
Karena dalam kacang merah mengandung banyak gas, maka bagi yang mempunyai masalah dengan lambung seperti aku, sebaiknya kacang merah direndam semalaman untuk membuang kandungan gasnya. Selain itu untuk membuat kacang merah ini cepat lunak saat diolah menjadi makanan atau minuman.
Tak perlu berpanjang lebar membahas si brenebon ini ya... Yang berminat dengan resepnya liat di bawah sini aja, monggo...

Bahan :
  1. 250 gr kacang merah, rendam semalam, cuci, tiriskan
  2. 1 sdm cokelat bubuk
  3. 1 sdm maizena, larutkan dengan sedikit air
  4. 375 gr gula pasir
  5. 1.500 ml air
  6. 1/2 sdt vanilla essence
  7. 400 ml santan kental
  8. 1/2 sdt garam
  9. 3 sdm susu kental manis putih
Cara membuatnya :
  1. Rebus kacang merah bersama 1000 ml air hingga matang.
  2. Tambahkan lagi sisa air. Lalu gula, maizena dan cokelat bubuk, aduk-aduk hingga tampak sedikit kental. Masak terus hingga kacang merah benar-benar lunak dan cairan menyusut. Sisihkan.
  3.  Rebus santan bersama garam, aduk-aduk agar santan tidak pecah. Angkat. Tambahkan vanilla essence, ratakan. 
  4. Tuang kacang merah ke dalam gelas saji kemudian tambahkan santan, beri es serut atau es batu, lalu tuangi susu kental manis.
  5. Sajikan.

Rabu, 09 April 2014

Mantou Tuna Mayo


Beberapa saat lalu aku dapet mantou dari tetangga belakang rumah, tepatnya ibu RT ku. Katanya dikasih oleh-oleh temennya dari Makassar. Ga pake nunggu lama, esok harinya langsung aku eksekusi mantou tuna dengan mayonaise. Lumayan juga buat sarapan di pagi hari, karena mantaounya sudah siap pakai. Jadi tinggal membuat isiannya. 
Seperti biasanya, karena aku ga suka daging sapi maka aku memakai resep isian ikan tuna. Rasanya pun lebih gurih menurutku.
Ini dia resepnya...

Bahan :
  1. 6 buah mantou siap pakai
  2. 300 gr daging ikan tuna, kukus, suwir kasar
  3. 1 butir telur, kocok lepas
  4. 1 batang bawang daun, potong-potong
  5. 5 butir bawang merah
  6. 3 butir bawang putih
  7. 1/2 sdt merica
  8. 5 butir cabe rawit, iris halus
  9. 3 sdm mayonaise
  10. 1 sdm gula merah
  11. 2 sdm saus tiram
  12. 3 lembar daun jeruk
  13. secukupnya garam
  14. sedikit air
Cara membuatnya :
  1. Haluskan bawang merah, bawang putih dan merica. Lalu tumis sampai harum.
  2. Masukkan cabe rawit, dan daun jeruk, aduk-aduk. Tambahkan gula merah, saus tiram dan air. Aduk hingga bumbu matang.
  3. Masukkan ikan tuna, aduk rata hingga terbalut bumbu. Tambahkan daun bawang dan garam. Aduk kembali hingga rata dan ikan terlihat kesat. Angkat.
  4. Tambahkan telur, ratakan.
  5. Isikan pada mantou, tambahkan mayonaise di masing-masing isiannya.
  6. Kukus selama 30 menit dengan api sedang.
  7. Sajikan bersama sambal botol.


Lemet Singkong




Jajanan tradisional satu ini tentu sudah banyak dikenal oleh hampir semua penduduk negeri ini. Namanya lemet, terbuat dari singkong atau disebut juga ubi kayu. Singkong ini punya banyak manfaat buat kesehatan lho, di samping sebagai bahan makanan. Di antaranya, air perasan singkong bisa jadi antibiotik pada luka lambung dan juga bisa meredakan sakit maag. Untuk cerita satu ini aku sudah membuktikannya sendiri. Hehehe... bukan lagi mau bahas soal kesehatan nih, sedikit share aja yaa...
Balik lagi ke soal si lemet ini, ceritanya pun dapet singkongnya dari rumah mertua. Cuma bawa satu aja tapi segede paha..haha.. Sebulan teronggok di dapur belum sempat juga kepikiran mau diolah jadi apa. Pikir punya pikir kok sayang banget ya bawa jauh-jauh singkong segede itu dicuekin, takut busuk juga kelamaan. Akhirnya pilihan jatuh pada si lemet ini. Karena waktunya sesegera mungkin lemetnya ga di bungkus pake daun, tapi pake aluminium foil... hehe yang penting kebungkus deh. Dan inilah hasilnya...enaak.. kenyal dan lembut... ;-). Simak resep ala aku ya..

Bahan :
  1. 1 kg singkong, cuci dan parut
  2. 50 ml santan kental
  3. 2 sdm gula pasir
  4. 100 gr gula merah, sisir kasar
  5. 1/2 sdt garam
Cara membuatnya :
  1. Campur singkong yang sudah diparut dengan gula pasir dan santan kental, aduk rata.
  2. Masukkan sebagian gula merah, ratakan. Tambahkan garam.
  3. Ambil selembar daun atau aluminium foil, kemudian ambil adonan dan ratakan memanjang.
  4. Tambahkan gula merah, lalu tutup lagi dengan adonan. Bungkus dengan cara menggulungnya.
  5. Kukus selama 30 menit.
  6. Potong-potong setelah dingin.



Jumat, 14 Maret 2014

Lemon Ogura Cake








Sepintas nama Ogura seperti nama Jepang. Tapi cake ini katanya malah berasal dari Malaysia, tepatnya di Batu Pahang. Awalnya pun aku mengira begitu karena seringnya makan es ogura di salah satu  stan kuliner Jepang ternama yang isinya kacang merah dan santan kental yang diberi remahan es batu. Rasanya manis, pas banget dengan paduan santan kentalnya yang gurih. Apapun yang dari kacang merah I love it...

Seminggu lalu tanpa sengaja nemuin resep dengan judul ogura cake. Loh.. tapi kok sama sekali ga ada bau-bau kacang merahnya yaa... Akhirnya aku cari-cari lagi resep kue ogura yang lain. Sama juga komposisinya, tanpa kacang merah. Tapi dari foto-foto cake ogura yang aku lihat, semuanya sudah terlanjur membuatku terpesona! Teksturnya selembut kapas... Jadilah aku tak sabar ingin membuatnya sendiri. 
Daaan betapa takjubnya aku saat  melihat dan menyentuhnya... (huhuuh lebay..). So really like cottony.. moist.. and fluffy... (kalo ga ingat badan melar, pasti udah jadi cemilan.. :D).

Sebetulnya resep asli memakai orange juice. Tapi karena ga punya, aku ganti aja pakai lemon juice dengan penambahan gula. Dan tambahan kismis di adonan hanya sebagai pemanis tampilan aja. Jadilah cake ini berpindah judul, hehehe.. 

Orange Ogura Cake
Source : Anncoo Journal

Bahan :
  1. 70 gr orange juice (aku pakai lemon)
  2. 40 gr minyak sayur
  3. 1/4 sdt garam
  4. 55 gr tepung untuk cake (aku pakai terigu segitiga), ayak
  5. parutan kulit orange dari 2 butir orange
  6. 4 butir kuning telur
  7. 1 butir telur utuh
  8. 150 gr putih telur
  9. 2 sdm kismis, taburi tepung terigu tipis-tipis agar kismis tidak tenggelam saat di oven
  10. 1/4 sdt cream of tar tar (aku tidak pakai)
  11. 60 gr gula kastor (aku pakai 100 gr)
Cara membuat :
  1. Kocok kuning telur dan 1 butir telur utuh bersama minyak sayur hingga berbusa. Masukkan orange/lemon juice, aduk rata. Masukkan tepung yang sudah di ayak bersama garam dan kulit jeruk, aduk rata. Sisihkan.
  2. Dengan menggunakan mixer, kocok putih telur, masukkan gula sedikit demi sedikit, sambil terus dikocok hingga soft peak (not stiff).
  3. Campurkan 1/3 maringue atau busa putih telur ke dalam adonan kuning telur dengan menggunakan spatula, aduk balik dan perlahan. Tuangkan lagi sisa maringue, ratakan. Tambahkan kismis.
  4. Tuang adonan ke dalam loyang yang beralas kertas roti, kemudian hentak-hentakkan perlahan untuk mengeluarkan udara di dalam adonan.
  5. Oven dengan au bain marie pada suhu 160 derajat C selama 40 menit. 
  6. Keluarkan kue dari oven dan letakkan di wire rack dengan posisi terbalik hingga dingin.
  7. Potong-potong.