Rabu, 01 Oktober 2014

Gulai Sayap Pedas





Chicken Wing... hmm satu-satunya bagian dari tubuh ayam yang jadi favoritku. Di goreng, dibuat sup ataupun di masak berkuah-kuah macam gulai begini, tetap bagian sayap yang jadi pilihan. Rasanya ada sensasi tersendiri saat menikmati ruas demi ruas sayapnya... heheeh.. lebay ga ya? Ngga lah, karena memang begitu kenyataannya. Dicoba aja untuk membuktikannya :D.
Sayap ayam ini aku masak gulai dengan tingkat kepedasan yang lumayan buat penyuka pedas seperti aku. Tapi buat yang ngga suka pedas, mungkin masakan ini akan membuat kelimpungan. Jadi bisa kurangin cabenya aja. Yuk, yang mau coba, resepnya di bawah yaa...

Bahan :
  • 500 gr sayap ayam, cuci bersih
  • 1 butir kentang, potong-potog
  • 2 batang daun bawang, potong-potong
  • 1 sdt air asam
  • 3 lembar daun jeruk
  • 2 lembar daun salam
  • 2 batang serai, memarkan
  • garam dan gula secukupnya
  • 1 L santan, pisahkan santan kental dan encer

Bumbu halus :
  • 2 cm kunyit bakar
  • 3 butir kemiri bakar
  • 1 cm lengkuas
  • 1 cm jahe
  • 10 butir bawang merah
  • 4 siung bawang putih
  • 1/2 sdt jintan
  • 10 buah cabe rawit
  • 10 buah cabe merah keriting
Cara membuat :
  • Rebus santan encer, daun jeruk, daun salam dan serai hingga mendidih.
  • Tumis bumbu halus hingga harum, lalu masukkan ke dalam santan encer, aduk hingga rata.
  • Masukkan ayam bersama santan kental, tambahkan air asam jawa. Masak hingga matang dengan api kecil. Tambahkan kentang, masak lagi hingga ayam benar-benar matang dan empuk. Angkat.

Rabu, 10 September 2014

Puding Gula Merah







Puding masa kecilku... Dulu ibuku sering banget bikin puding ini. Terbuat dari santan dan gula merah, rasanya yang manis berpadu gurih memang tak membosankan di lidah.
Suatu hari pengen juga bernostalgia dengan puding ini. Daaan ternyata suamiku bolak balik mengambilnya...hehe. Habis deh seloyang panjang. Lebih enak yang begini daripada yang rasa cokelat katanya. Ooh ternyata yang jadul ngga selamanya ngga menarik yaa... ;)..

Bahan :
  • 1 bungkus bubuk agar-agar putih
  • 100 ml santan kental
  • 600 ml air
  • 150 gr gula merah (warna pekat), sisir halus
  • 3 sdm gula pasir
  • 1/2 sdt garam
  • 1 lembar daun pandan
  • 1 butir kuning telur, kocok lepas
Cara membuat :
  • Masak air, santan, gula merah, gula pasir dan agar-agar, di atas api kecil. Aduk terus agar santan tidak pecah, beri garam dan daun pandan. 
  • Selagi panas (belum mendidih), ambil sedikit adonan, campurkan ke dalam kuning telur, aduk cepat hingga rata, kemudian masukkan ke dalam adonan agar-agar. Aduk terus hingga mendidih dan matikan api.
  • Siapkan cetakan/loyang yang sudah di basahi dengan air matang, agar mudah mengeluarkan puding setelah beku. Kemudian saring adonan, tuangkan ke dalam loyang.
  • Setelah uap panas hilang, bekukan dalam lemari es.
  • Sajikan dalam keadaan dingin.


Senin, 08 September 2014

Pempek Palembang







Dua tahun lamanya aku bermukim di Sumatera Selatan  dengan ibu kotanya Palembang, karena mengikuti suami yang mengerjakan proyek di sana. Selain Jembatan Ampera dan BKB alias Benteng Kuto Besak, kota Palembang memang terkenal dengan kuliner pempeknya yang kesohor di bumi pertiwi ini. Terbuat dari campuran tepung sagu tani dan ikan gabus yang bertekstur lembut sehigga menghasilkan pempek bercita rasa aduhai dengan siraman kuah cukonya yang asem dan juara pedasnya! Sehingga membuat mata yang tadinya ngantuk jadi melek seketika... hehehe. Si emak bilang jadi kemepyar...hahaha. Kemepyar itu bahasa Jawa yang kurang lebih artinya bisa bikin semangat dan melek mata. Wuiih, boleh juga ya...

Pempek banyak ragamnya, ada kapal selam, lenjer, lenggang yang dikocok dengan telur, pempek kriting yang mirip krupuk, pempek adaan yang bentuknya bulat, pempek tunu yang di bakar, pempek kulit ikan gabus, pistel, dan entah apalagi macamya sudah lupa.
Untuk menghaluskan ikannya, orang Palembang biasa menggunakan pirikan. Terbuat dari kuningan menyerupai saringan, berlubang-lubang kecil. Pirikan sekarang ini sudah jarang ditemui di pasaran. Sehingga orang bisa menggunakan blender atau gilingan daging untuk menghaluskan ikan.

Tapi sayangnya saat tinggal di sana aku samasekali ngga berniat untuk membuat pempek sendiri, meski sesekali iseng tanya resep sama mbak dokter di sebelah rumah yang seringkali ngasih pempek. Tapi sekarang, setelah 14 tahun lamanya aku ngga di kota itu lagi kok jadi kepikiran pengen bikin ya.. meski aku terbiasa membeli pempek dari warung Ny. Farina yang sudah cocok di lidah keluargaku. Dulu banget pernah bikin tapi gagal masukin sebuah telur di adonan kapal selam... weeww... jadi bleber ke mana-mana telurnya. Akhirnya males bikin lagi. Dan kali ini aku ngga sengaja dapat ikan gabus satu kg. Udah niat dibuat pempek deh. Cuma, masih takut kalo harus nyemplungin satu telur utuh. Jadinya telur aku kocok aja, bagi 1/3 biar ngga penuh, hihi. Dan akhirnya jadi deh pempekku... :). Intinya jangan kebanyakan menambahkan tepung sagu, biar pempek ngga alot. Resep dasar pempek ini aku dapat dari resepindonesia.org ya. Monggo dicoba.

Bahan :
  • 500 gr daging ikan gabus/tenggiri, pirik halus
  • 200 gr tepung sagu
  • 1 sdm tepung terigu
  • 6 sdm air es
  • secukupnya garam

Cara membuatnya :

  • Campur ikan, garam dan air es, aduk dan ratakan.
  • Masukkan tepung sagu dan terigu sedikit demi sedikit, uleni sebentar saja, asal tepung sudah tercampur rata. Jangan lupa untuk mencicipi rasa asinnya, jangan sampai kurang atau keasinan.
  • Lumuri tangan dengan sagu saat membentuk adonan. Pulung adonan membentuk pempek kapal selam berisi telur, atau lenjer bentuk memanjang.
  • Rebus dalam air mendidih hingga benar-benar mengapung dan matang. Tiriskan.
  • Goreng hingga kuning kecoklatan, potong-potong.
  • Sajikan bersama mie kuning, mentimun dan siraman kuah cuko.

Bahan Cuko :

  • 500 gr gula merah
  • 4 siung bawang putih
  • 10 buah cabe rawit (menurut selera ya pedasnya)
  • 1 sdm ebi kering, sangrai sebentar
  • 2 sdm cuka
  • 2 sdm air asam jawa
  • 1 L air
  • 1/2 sdt garam

Cara membuat cuko :

  • Haluskan ebi, masak bersama air, gula, air asam hingga mendidih.
  • Masukkan cabe rawit dan bawang putih yang telah di haluskan, aduk sebentar, tuang cuka. Angkat, lalu saring.

Sabtu, 06 September 2014

ngeTeh Minggu Pagi















Hahaha... lagi demam brownies kukus! Habis ennak siiih... Kali ini aku bikinnya pake taburan kacang tanah cincang. Maunya pake kacang mede karena kacangnya kan lebih empuk, tapi berhubung lagi ngga punya dan adanya cuma kacang tanah, ya udahlah. Jadi setelah ngukus yang pertama matang, baru ditaburi kacang sebanyak 100 gr (tapi aku hanya ada stock 50gr aja), dan 100 gr parutan keju melted. Hasilnya seperti gambar yang terlihat di atas. Rasanya... ennaaak...perpaduan cokelat kacang dan keju...hihi kaya martabak manis aja.

Apalagi pas hari Minggu ngga sedang pergi, berdua sama suami ngeteh di beranda belakang rumah dengan ditemani brownies ini, wuiiih rasanya sesuatu deh... lebay dot com :D. Seperti biasalah sambil ngeteh dan ngobrol ngga dilewatkan sesi jeprat jepret ambil gambarnya, sebelum habis diserbu anak-anak dan suami... Maklumlah brownies kukus begini semua pada doyan.



Rabu, 03 September 2014

Daun Mint (rooting)

perendaman batang mint dalam air


setelah dua hari tampak daun mint mulai layu dan rontok


yippii... tanaman mint yang sudah dipindahkan ke media tanah mulai terlihat tunas baru.. 
Senangnya...


Huaah... setelah kurang lebih sepuluh hari aku memperhatikan proses rooting daun mint, akhirnya sekarang aku bisa mulai bernafas lega karena tanaman daun mint ku sudah mulai menampakkan tunas-tunas barunya. Ternyata gampang ya perbanyakan daun mint dengan cara rooting. Daripada jika harus menyimpannya dalam kulkas yang hanya bertahan selama 3-4 hari saja. Pakainya cuma 1-2 pucuk daun untuk keperluan garnish, setelah itu buang... sayang banget. Nah, dengan menanam begini kan jadi awet, bisa ambil seperlunya dan sewaktu-waktu. Tidak seperti sebelumnya, saat membeli di swalayan, dapatnya seikat tapi pakainya cuma sepucuk... sangat tidak efisien kan... :D. Selain itu juga bisa buat tambahan hijau di belakang rumah nih :).

Kamis, 28 Agustus 2014

Kakap Kuah Asam








Saat musim kemarau seperti sekarang ini, sering banget aku terima request dari anak-anak masakan berupa sayur atau lauk yang berkuah segar. Hmm... memang rasanya bisa menggelontor kerongkongan yang mulai kerontang.. hahah lebay :P.
Kali ini aku memasak ikan kakap kuning yang biasa aku beli di tukang sayur langganan dengan bumbu yang di uleg. Biasanya untuk asem-asem ikan, aku main iris aja bumbunya. Tapi seringnya ikan ini ku goreng aja. Karena adanya permintaan dan kebetulan masih tersisa banyak belimbing sayur di kulkas, jadi ngga perlu nunggu lama untuk membuat ikan kuah asam ini. Huaah...pedas dan segar dari belimbingnya meluluh lantakkan pertahananku untuk ngga nambah lagi :D... maklum lagi mengurangi porsi makan setelah lebaran kemarin, takut ndut.. hihi. O ya, kakap kuah asam ini akan lebih mantap lagi rasanya jika sudah menginap semalaman lho.
Mau coba? Silahkan yang mau cobain, ini resepnya..

Bahan :
  • 750 gr ikan kakap kuning, bersihkan, potong-potong
  • 15 buah belimbing sayur, belah dua
  • 2 batang bawang daun, potong-potong
  • sepotong lengkuas, memarkan
  • 5 lembar daun jeruk
  • 1 batang serai, memarkan
  • 5 lembar daun salam
  • 1500 ml air
  • garam dan gula secukupnya
Bumbu yang dihaluskan :
  • 10 cabe rawit
  • 10 butir bawang merah
  • 5 siung bawang putih
  • 1 ruas kunyit, bakar sebentar
  • 1/2 sdt ketumbar
Cara membuat :
  • Goreng ikan, sisihkan.
  • Tumis bumbu halus hingga harum, masukkan serai, daun jeruk, daun salam dan lengkuas, tumis kembali.
  • Tuangkan air, masak hingga mendidih. Masukkan ikan, belimbing sayur, gula dan garam. Aduk perlahan. Kemudian terakhir masukkan irisan daun bawang, masak sebentar lalu angkat. 

Rabu, 27 Agustus 2014

Bunga Lantana




Bunga ini gampang banget tumbuhnya. Biakannya pun ngga sulit. Dalam waktu satu bulan saja mulai tampak bergerombol dan bunganya bermekaran... indah. Ia mempunyai sebutan Lantana. Kebetulan aku mempunyai dua warna putih dan kuning yang penanamannya aku acak, sehingga saat berbunga lebat bunga ini sangat kontras dengan rumput hijau yang terhampar di depan rumah. Lantana tidak berbau wangi bahkan sedikit bau sengir...bahasa jawanya :D, akan tetapi sangat indah dipadukan dengan rerumputan hijau, sebagai aksen di pinggir taman. Lantana harus mendapat sinar matahari penuh untuk bisa tetap berbunga. Jadi jangan menanamnya di tempat yang teduh yaa..
Kabar yang aku baca di Wikipedia, Saliara (Lantana Camara) ini bisa jadi obat memar, keracunan makanan dan bisa untuk menghentikan darah saat terserang penyakit kanker rahim. Waah... bermanfaat juga ternyata. Selain untuk mempercantik halaman atau taman, juga mempunyai beberapa manfaat yang berhubungan dengan kesehatan :)

Brownies Kukus






Sabtu kemaren terpikir olehku untuk mencoba resep brownies kukus yang katanya sih  mirip brand Amanda yang terkenal itu... Resep brownies kukus Ny. Liem ini katanya juga udah banyak yang nyobain. Wuiih.. langsung deh cabut ke dapur melongok-longok isi lemari yang biasa untuk menyimpan bahan-bahan kue. Sip! Bahan-bahannya komplit untuk bikin brownies meski dark chocolate compoundnya kurang sekitar 25 gr dari resep.. ngga apalah. InsyaAlloh ngga akan berpengaruh. Dan Alhamdulillah... dari segi rasa memang mirip banget dengan brownies kukus Amanda. Sampai-sampai susah dibedakan dengan aslinya ;). Oh iya karena ada sisa butter sekitar 50 gr jadi aku coba tambahkan ke dalam lelehan cokelat dan minyak. Hasilnya makin lembuuut... Browniesku ini aku buat dalam dua layer aja karena pakai meises, biar cepet aja sih... Cuma sayangnya permukaan kuenya jadi bergelombang... huhu.. ternyata pas masukin adonan ke dalam kukusan airnya belum mendidih! Padahal tips itu tau betul aku. Tapi kenapa dilanggar juga yaa ? Jadilah permukaan browniesku bergelombang. Tapi ya sudahlah... next time perhatiin baik-baik deh tips-tips yang ada.

Bahan :
  • 6 butir telur
  • 225 gr gula pasir
  • 125 gr tepung terigu
  • 175 ml minyak sayur 
  • 50 gr cokelat bubuk
  • 1/2sdt emulsifer
  • 100 gr dark chocolate compound
  • 75 ml susu kental manis (aku pakai 75 gr meises)
  • vanili dan garam secukupnya
Cara membuat :
  • Ayak tepung terigu bersama cokelat bubuk, sisihkan.
  • Lelehkan dark chocolate compound lalu campur bersama minyak sayur, sisihkan.
  • Kocok telur, gula, dan emulsifier hingga mengembang dan kental.
  • Masukkan campuran tepung terigu, aduk dengan spatula, masukkan garam dan vanili, aduk rata.
  • Tuangkan cokelat leleh, aduk hingga rata.
  • Tuang setengah adonan ke dalam loyang beroles margarin dan beralas kertas roti, lalu masukkan ke dalam panci pengukus yang sudah panas dan air yang sudah mendidih. Kukus dengan api sedang selama 15 menit. Taburi meises dan tuangkan lagi setengah sisa adonannya. Kukus kembali selama 20 menit hingga matang.